by

Berkisah Melalui Batik

 

Sebagai warisan budaya, batik Indonesia sudah dikenal semua dunia. Secara bahasa, batik terdiri dari dua kata, yaitu amba yang berarti mencatat dan nitik yang berarti menciptakan titik. Guru produktif jurusan kriya kreatif batik dan tekstil Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 14 Bandung, Cahyani menuturkan, semua motif batik mempunyai kisahnya masing-masing.

Pasang Iklan Gratis Hanya Di Sekolahkampus.id

“Batik itu unik. Setiap helai penciptaan kain batik tidak jarang kali punya kisah atau filosofinya sendiri,” ungkapnya saat didatangi di SMKN 14 Bandung, Jln. Cijawura Hilir No. 341, Kota Bandung, Rabu (2/10/2019).

Ia pun menyatakan filosofi Batik Truntung yang tengah saya pakai. “Motif Batik Truntung mengisahkan tentang kecintaan ratu bakal rajanya sebab ditinggal perang. Itu tampak dari tidak sedikit titik-titik yang terdapat di motifnya,” jelasnya.

Di Hari Batik yang jatuh pada 2 Oktober ini, Cahyani menyuruh seluruh siswa supaya mampu melestarikan budaya. Contoh simpel yang dapat dilakukan ialah dengan mengenakan batik. “Batik tersebut sudah terdapat dari zaman dulu. Kalau anda sebagai anak muda enggak dapat melestarikan, nanti dapat punah,” ujarnya.

Salah seorang murid jurusan kriya kreatif batik dan tekstil SMKN 14 Bandung, Eris Lesmana mengatakan, telah tidak zaman andai batik identik dipakai oleh orang tua. Seiring berkembangnya zaman, motif batik juga mengalami tidak sedikit inovasi. “Motif batik pun ada yang memang guna orang tua dan anak muda, warnanya juga variatif,” tuturnya.

Peringatan Hari Batik Nasional

Hari Batik yang diperingati masing-masing 2 Oktober ini, mulai dikukuhkan pada 2009 ketika UNESCO secara sah mengakui batik sebagai warisan kemanusiaan untuk kebiasaan lisan dan nonbendawi. Peresmian tersebut dilaksanakan dalam Fourth Session of the Intergovernmental Committee mengenai Warisan Budaya Nonbendawi di Abu Dhabi pada 2 Oktober 2009.

Dikutip dari gaya.tempo.co, UNESCO memasukkan Batik Indonesia ke dalam Representative List sebab telah mengisi kriteria. Antara lain, kaya dengan simbol-simbol dan filosofi kehidupan rakyat Indonesia; memberi kontribusi untuk terpeliharanya warisan kebiasaan nonbendawi ketika ini dan di masa mendatang.

UNESCO mengakui batik Indonesia memiliki teknik dan simbol kebiasaan yang menjadi identitas rakyat Indonesia. Mulai dari bermunculan sampai meninggal, bayi digendong dengan kain batik dengan corak/simbol yang membawa tuah dan yang meninggal pun diblokir dengan kain batik.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed