by

Cara UGM Atasi Sampah Plastik dengan Menciptakan Mesin Pencacah

Universitas Gadjah Mada (UGM) melewati tim peneliti dari Departemen Teknin Mesin dan Industri, Fakultas Teknik (FT), membuat mesin pencacah plastik.
Inovasi ini adalah pemikiran dari Muslim Mahardika, bareng dengan Nizam, Rachmat Sriwijaya, Sigiet Haryo Pranoto, dan Fajar Yulianto Prabowo.
Muslim menuliskan tujuan utama penciptaan mesin pencacah plastik kresek ini ialah untuk mengembangkan pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai tambah, termasuk meminimalisir sampah plastik yang terdapat di masyarakat.

Menurutnya, hasil cacahan plastik tersebut dipakai sebagai bahan daur ulang plastik yang dipakai oleh pabrik daur ulang plastik dan pun sebagai bahan gabungan aspal.
Mesin pencacah plastik kresek dikembangkan sejak mula 2018. Dibuat cocok dengan permintaan dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang memerlukan bahan plastik sebagai bahan gabungan aspal guna pembangunan ruas jalan.
Saat ini, mesin sudah diproduksi secara massal oleh PT Barata Indonesia. Mesin-mesin tersebut diberikan Kementrian PUPR untuk pemerintah wilayah dan masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia.

Mesin ini menghasilkan cacahan plastik kresek yang dapat disesuaikan kebutuhan, ukuran cacahan dapat disetel 1-4 milimeter. Sedangkan pada mesin pencacah plastik di pasaran bisanya menghasilkan ukuran selama 0,5 cm.
Tak selalu itu, mesin pencacah plastik ini pun mempunyai sejumlah kelebihan lain yaitu berdaya rendah yaitu 2-5 HP. Sementara mesin serupa di pasaran seringkali berdaya 7-10 HP. Satu HP setara dengan 745,7 watt.
Mesin ini diciptakan dari enam komponen utama, yaitu lokasi penampung hasil cacahan plastik kresek (hopper), motor listrik, roda tak waras (fly wheel), belt, poros, serta pisau statis dan pisau dinamis. Bentuk mesin diciptakan tidak jauh bertolak belakang dengan mesin yang terdapat di pasaran. Memiliki ukuran panjang mesin 1 meter, tinggi 1,7 meter, dan lebar 1 meter.

Sebagian Besar Mesin Ini Diciptakan Dengan Memanfaatkan Komponen Local

Mekanisme kerja mesin ini memakai motor listrik AC yang ditransmisikan memakai fan belt, sampai-sampai memutar poros pisau guna mencacah plastik dengan roda tak waras yang bermanfaat sebagai penyimpan inersia. Bagi kecepatan putar mesin antara 400-1000 rpm.
Tak melulu itu, mesin yang mereka ciptakan di desain secara simpel sehingga gampang untuk dioperasikan.
Muslim dan kesebelasan mengembangkan mesin pencacah plastik dalam tiga tipe berdasar kapasitas cacahan sampah plastik. Tipe mesin itu ialah kapasitas kecil 10-20 kg/jam, kapasitas sedang 20-30 kg/jam, dan kapasitas besar 40-50 kg/jam.

Inovasi yang didapatkan tim peneliti UGM ini diinginkan mampu menyokong upaya pemerintah dalam menanggulangi sampah plastik. Di samping itu, pun mendorong pengelolaan sampah plastik yang lebih baik di masa depan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed