by

Dua Siswi SMA Asal Minahasa Utara Ciptakan Kertas Ramah Lingkungan dari Sabut Kelapa

Dua siswi SMA Unklab Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut), Friginia Jessica Caffasso Oey dan Sabbathiny Rumampuk membuat kertas yang ramah lingkungan.
Pembuatan kertas pada umumnya memakai pohon sebagai bahan baku utamanya. Diperlukan satu batang pohon umur lima tahun guna memproduksi satu rim kertas.
Limbah yang didapatkan dari proses buatan kertas pun sangat besar, baik secara kuantitatif dalam format cair, gas, dan padat, maupun secara kualitatif.

Berawal dari rasa prihatin mereka terhadap penebangan hutan secara liar yang terjadi belakangan ini dimana pembuatan kertas memakai pohon sebagai bahan baku utamanya.
Mulailah mereka berdua membuat percobaan dengan melakukan sekian banyak percobaaan semenjak 2018. Lewat sekian banyak referensi yang didapat di internet mereka mulai mencoba menciptakan kertas dengan memanfaatkan limbah dari sabut kelapa.
Mereka menyaksikan limbah sabut kelapa yang terdapat di dekat rumah sampai-sampai muncul gagasan untuk memanfaatkan limbah tersebut.
Dari sekian banyak percobaan berulang-ulang kali, sekian banyak formula dicoba, mengorbankan tidak sedikit panci dan bahan-bahan yang terbuang percuma, terciptalah kertas ramah lingkungan yang tercipta dari serat sabut kelapa.Kertas ciptaan mereka diberi nama ecofriper (eco-friendly paper).
Bahan-bahan untuk menciptakan Ecofriper tercipta dari serat sabut kelapa, cat pelapis antibocor dan tepung terigu serta air.

Pasang Iklan Gratis Hanya Di Sekolahkampus.id

Campuran seluruh bahan tersebut menghasilkan kertas yang tahan air dan tidak gampang robek. Bagi satu buah sabut kelapa utuh dapat menghasilkan 2.000 eksemplar kertas.
Keduanya bercita-cita terobosan ini berfungsi untuk seluruh orang dan dapat dikembangkan guna menjadi pilihan pembuat kertas.
Secara lingkungan, bahan kertas yang dibuat mereka lebih ramah lingkungan, mereka juga bercita-cita hasilnya ini dapat bermanfaat untuk seluruh orang.

Ecofriper sukses meraih juara 1 pada lomba parade cinta tanah air tingkat SMA/sederajat dan perguruan tinggi tahun 2019 di Sulut yang dilangsungkan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Keduanya bakal mewakili Sulut pada lomba tingkat nasional yang dilangsungkan di Provinsi Bali 9-14 Sebtember 2019 nanti.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed