Film Pendek Karya Siswa SMAN 11 Garut yang Mengangkat Isu Toleransi
- Prestasi

Film Pendek Karya Siswa SMAN 11 Garut yang Mengangkat Isu Toleransi

Perbedaan ialah rahmat Tuhan. Itulah pesan yang ingin dikatakan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 11 Garut melalui film pendek karya siswa berjudul “Senjang” yang baru saja diluncurkan di Youtube, Senin (5/8/2019) ini. Karya tersebut pun menyabet juara II dalam Festival Literasi dan Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kabupaten Garut yang digelar sejumlah waktu lalu.

Pembina Ekstrakurikuler (ekskul) Sinematografi SMAN 11 Garut, Abi Laksono menjelaskan, tema film itu disesuaikan dengan tema yang diusung pada FLS2N, yaitu keberagaman dan toleransi.

“Sesuai judulnya, film pendek karya siswa ini mengisahkan tentang kesenjangan di sekolah, antara murid yang ekonominya berkecukupan dan kurang. Kita pun sisipkan twist lainnya, yaitu toleransi beragama,” ujarnya, ketika dihubungi, Senin (5/8/2019).

Tidak seperti film kebanyakan, pesan dalam film berdusari 3 menit 52 detik tersebut secara keseluruhan dikatakan melalui format visual, bukan dialog. Selain mengupayakan pendekatan berbeda, masa-masa penggarapan yang sebentar menjadi penguat dalam memungut konsep tersebut.

“Karena keterbatasan waktu, murid belum dapat mendalami peran dengan maksimal. Jadilah dipungut konsep seperti ini,” katanya.

Meski dihadiahi penghargaan, ia dan muridnya tidak berpuas diri. Guru Kesenian tersebut menargetkan film pendeknya bisa melangkah ke FLS2N tingkat provinsi tahun depan. “Kita bakal menambah tidak sedikit referensi film. Mudah-mudahan, ke depan dapat mengadakan pelatihan yang dipenuhi oleh ahlinya,” harapnya.

Film Pendek Karya Siswa SMAN 11 Garut yang Mengangkat Isu Toleransi
Film Pendek Karya Siswa SMAN 11 Garut yang Mengangkat Isu Toleransi

Salah seorang tim buatan film, Mohammad Iqbal Indra Prasatria mengutarakan proses penciptaan film. Berperan sebagai penata fotografi, Iqbal menyatakan harus bekerja ekstrakeras supaya pesan dalam film bisa tersampaikan dengan baik untuk penonton.

“Karena enggak terdapat dialog, jadi tambah sulit. Backsound mesti benar-benar dicocokkan dengan video yang bakal diedit supaya penonton terbawa suasana,” tutur siswa kelas XI itu.

BACA JUGA  Tim Putra ITHB menjadi jawara nasional basket tahun 2019

Iqbal menuturkan, tadinya film itu diproyeksikan sebagai film miniseri yang bakal diunggah di Youtube. Namun setelah bertukar pikiran dengan pihak sekolah, proyek tersebut ditunjukkan untuk dilombakan di FLS2N. “Mulailah dari mula kita bikin skrip sama-sama dengan pembina. Enggak nyangka juga akan dapat juara,” ujarnya.

Sementara itu, pemeran film, Ratna Wulandari Suryani mengungkapkan kebanggaannya sebab terlibat dalam karya tersebut. “Pastinya bangga banget dengan prestasi yang diraih karena dapat membanggakan sekolah. Hasil memuaskan ini enggak lepas dari banting tulang aku dan tim,” katanya.

Anggota Ekskul Teater tersebut menuturkan, ada tidak sedikit pelajaran yang dapat diambil dari film tersebut, terutama mengenai keberagamaan. “Meskipun tidak sedikit perbedaan anatara siswa, anda masih harus bersahabat, menghormati keyakinan masing-masing, dan saling membantu andai ada yang kesusahan serta mesti toleransi satu sama lain,” pungkasnya.

Hampir Setiap Orang ingin sekali berperan dalam sebuah film dan film pendek karya siswa ini sangat menginspirasi siswa-siswa lainnya.

 

5 687

https://s.id/60izC https://pin.it/urwcmbfo2de23d https://www.plurk.com/p/nfa55vhttps://www.scoop.it/topic/education-by-sekolahkampus/p/4109327661/2019/07/29/pendidikan-dan-individu-yang-lengkap https://sekolahkampus.id https://www.tipsandtrik.id https://www.cakraimers.com https://carijasa.website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *