by

Guru Harus Ubah Pola Ajar

Hadirnya revolusi industri 4.0 menuntut guru mengolah pola pembelajaran di dalam dan luar kelas. Guru tak melulu berperan sebagai tenaga pendidik, tapi pun sebagai fasilitator, pengarah, dan penggali potensi peserta didik. Kegiatan belajar melatih pun mesti mempunyai sifat dua arah guna mencetuskan diskusi yang kritis.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Supriano menegaskan, Kemendikbud mendukung urusan itu dengan menyerahkan pelatihan langsung di wilayah untuk menyusun guru yang kompetensinya cocok kebutuhan. Tak melulu guru, kepala sekolah pun dituntut berinovasi dalam mengelola sekolah.

“Saya mengimbau guru-guru terus berkarya, berkreasi, dan berinovasi supaya proses pembelajaran di sekolah dapat mentransformasi manusia-manusia Indonesia yang kompetitif,” imbaunya pada pendahuluan Pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tahun 2019 di Jakarta, Selasa (13/8/2019) seperti dikutip Harian Pikiran Rakyat.

Sejalan dengan tema peringatan Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia, “Sumber Daya Manusia Unggul, Indonesia Maju”, tema yang dipungut pada pekerjaan ini ialah “Guru dan Tenaga Kependidikan sebagai Agen Transformasi Penguatan Sumber Daya Manusia”. Berdasarkan keterangan dari Supriano, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, guru sebagai figur sentral dalam pendidikan nasional dituntut adaptif mengembangkan cara pembelajaran.

Tuntutan tersebut, lanjutnya, bermuara pada upaya mengembangkan potensi siswa supaya mampu menjadi insan unggul yang berperan pada peradaban bangsa. “Kalau sumber daya insan Indonesia baik, pasti mereka mendapatkan pendidikan yang baik. Di sanalah peran guru yang memiliki kompetensi dan dapat menghadirkan pembelajaran yang baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, mutu pendidikan dasar dan menengah mesti di bina secara komprehensif, dimulai dengan berbenah kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Pembangunan sarana prasarana sekolah tak akan berfungsi jika bobot guru dan tenaga pendidik masih tidak relevan dengan keperluan zaman.

BACA JUGA  Universitas Terbaik DKI Jakarta 2019

Saat ini, tambahnya, sudah dilakukan sekian banyak upaya yang dapat menambah kualifikasi pendidikan, kompetensi serta kemampuan guru dan tenaga kependidikan. Guru mesti dapat mengajarkan dan menuntun peserta didik menguasai lima potensi dasar abad ke-21. Yakni kreatif, inovatif, komunikatif, berkolaborasi dan bekerjasama serta dapat menghadirkan sebuah keyakinan diri

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed