by

Guru SMK Al Wafa Raih Peringkat II Tourism Promotion Tingkat ASEAN

 

Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al Wafa Ciwidey Kabupaten Bandung, Ahmad Yosef Azhari sukses meraih peringkat II di bidang Tourism Promotion Southeast Asia Creative Camp (SEAC) Tahun 2019. Video promosi wisata karyanya sukses mengalahkan ratusan peserta di tingkat Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) plus India dan Cina.

Pasang Iklan Gratis Hanya Di Sekolahkampus.id

Yosef juga menjadi di antara dari 37 guru yang diberikan penghargaan oleh Pemerintah Provinsi (Pemporv) Jawa Barat (Jabar) pada Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2019 yang dilakukan di Lapangan Gasibu, Jln. Surapati, Kota Bandung, Senin (25/11/2019).

Mengangkat Wisata Edukasi

Yosef menjelaskan, dalam video berjudul “EduTourism Kab. Bandung” tersebut, ia mengusung wisata pendidikan yang terdapat di wilayah Ciwidey. Tepatnya terdapat tiga wisata pendidikan, yaitu ternak susu domba Etawa, budi daya kebun tin, dan budi daya kopi luwak. “Jadi, wisata yang diangkat tidak saja wisata biasa, namun ada nilai edukasinya juga,” ungkapnya, saat didatangi setelah upacara.

Bukan tanpa alasan mengapa guru kelahiran Bandung, 18 Januari 1994 tersebut mengusung wisata edukasi. Menurutnya, masih banyak wisata yang belum terangkat ke permukaan, padahal tidak sedikit potensi yang dipunyai wilayah tersebut.

Ia pun mengajak seluruh pemuda supaya mampu mengembangkan potensi wisata yang terdapat di wilayahnya masing-masing. “Dengan ini kita dapat menunjukkan bila kita punya potensi wisata hebat,” tuturnya.

Mengabdi Menjadi Guru

Yosef mengaku, menjadi guru ialah salah satu cara mengabdi untuk negeri. “Saya hendak menjadi guru semenjak muda sebab masih mempunyai semangat yang lebih dan gagasan yang masih mumpuni untuk membuat karya,” tutur guru multimedia tersebut.

Ia pun berangan-angan menjadi guru hebat. Baginya, murid terbaik selalu lahir dari guru-guru yang hebat. “Maka dari itu, saya hendak menjadi guru hebat,” harapnya.

Dalam peringatan Hari Guru Nasional 2019 ini, ia sependapat dengan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makariem mengenai beban kerja guru yang dirasa lumayan berat. “Memang, guru yang kekinian dan canggih enggak sekadar mengurus administrasi, tapi mesti dapat mengajak murid melihat situasi sosial,” tutupnya

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed