Homeschooling Bisa Menjadi Alternatif Pendidikan
- Tips

Homeschooling Bisa Menjadi Alternatif Pendidikan

Homeschooling (sekolah rumah) dapat menjadi pilihan pendidikan untuk anak-anak peserta didik di tengah beragamnya sistem edukasi dan kebutuhan. Direktur Homeschooling Primagama, Ir Kusnanto, MM menuturkan homeschooling mempunyai pengembangan Kurikulum yang fleksibel untuk sistem pembelajaran. Di samping itu, kuri­kulum yang diserahkan dapat dicocokkan dengan keperluan dan potensi siswa.

“Kini homeschooling sudah menjadi model, trend opsi pendidikan pilihan bagi masyarakat, bahkan menjadi lifestyle education untuk para peserta didik,” kata Kusnanto, belum lama ini. Ia pun menye­butkan jumlah murid homeschooling makin meningkat dari masa-masa ke waktu. “Biasanya yang masuk homeschooling tersebut peserta didik yang hendak lebih konsentrasi dalam me­ngem­bangkan kegemaran dan bakatnya di sam­ping aspek kognitif. Siswa yang mempunyai potensi eksklusif serta ingin konsentrasi pada pengem­bangan potensi dirinya,” jelasnya.

Saat ini juga banyak peraih beasiswa dari pemerintah yang asal mereka sekolah dari homeschooling,jadi tidak usah minder dan takut karena saat ini homeschooling di bantu oleh pemerintah.

Dengan dalil itu, Kusnanto menye­butkan homeschooling dapat merancang dan mengembangkan kurikulum dengan proses pembelajaran cocok potensi, kebutuhan, dan kekhususan semua siswanya.

Di sisi lain, Kusnanto menyatakan berda­sarkan Permendikbud No 20/2003 pasal 13 Ayat (1) diterangkan bahwa  Jalur edukasi terdiri atas formal, nonformal, informal, yang bisa saling melengkapi dan memperkaya. Perlu disadari dan dipa­hami bahwa pendidikan ialah pilihan, sekolah dapat di mana saja.

Artinya dengan semakin beragamnya latar belakang murid yang memprovokasi beragamnya keperluan sistem pendidikan, kehadiran homeschooling diinginkan dapat menjadi penyelesaian pendidikan pilihan bagi masyarakat dengan penerapan kurikulum dan sistem pembelajaran yang luwes sehingga bisa menyesuaikan keperluan siswa dari peminatan bakat dan minatnya.

Dijelaskannya, homeschooling mempunyai empat sistem pembelajaran yang bisa disesuaikan dengan keperluan para siswa, di antaranya sistem pribadi yaitu sistem ke­las untuk  satu orang peserta didik, di mana pekerjaan pembelajaran bisa dilaku­kan di lokasi tinggal atau di lingkungan yang men­­du­kung dengan jadwal yang sudah diatur.

BACA JUGA  Tips Sederhana Agar Masuk Kampus Idaman

Selain itu ada pun sistem komunitas yaitu sistem ruang belajar untuk dua sampai enam orang peserta didik dalam satu kumpulan belajar yang dilakukan langsung di ge­dung HSPG. “Ada pun Distance Learning Class yakni sistem ruang belajar jarak jauh khusus untuk peserta didik yang tidak berdomisili di kota melalui media pembe­lajaran video Skype antar murid dengan guru pengajar HSPG. Kemudian Sistem Non Pendampi­ngan (belajar mandiri), yakni sistem ruang belajar di mana murid belajar secara berdikari atau di­dampingi (orangtua/pengajar individu di luar pengajar HSPG) dan murid sepenuhnya men­dapatkan hak/fasilitas dari HSPG,” paparnya.

Homeschooling pun memberikan kemudahan dan layanan berupa Program Vo­kasi Berbasis Bakat dan Minat yaitu mencakup pengembangan Bahasa Inggris (IELTS dan TOEFL), Teknologi Informasi (IT), serta memasak mulai dari basic, intermediate hing­ga advance.

Selain itu juga bakal dikembangkan program keberbakatan mencakup Active Science, Music (Ansamble dan Band). “Program vokasi ini diinginkan dapat me­ngembangkan destinasi utamanya yakni menye­lenggarakan pengembangan dari jati diri profesional kurikulum serta menunjukkan bakat dan minat peserta didik dengan karakter kepribadian,” jelasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *