by

Kecerdasan Buatan untuk Negara Indonesia, sebuah harapan dan tantangan

Kecerdasan Buatan untuk Negara Indonesia, sebuah harapan dan tantangan

Kecerdasan Buatan untuk Negara Indonesia, sebuah harapan dan tantangan – Pada hari Kamis, 13 Februari 2019 diadakan seminar menarik tentang AI for Indonesia atau kecerdasan buatan untuk Indonesia. Seminar ini membahas tentang kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence) untuk diterapkan di Indonesia.

Acara ini sendiri berlangsung di ITB Bandung tepatnya di Auditorium IPTEKS CC Timur. Acara yang cukup menarik dengan konsep diskusi bersama moderator Ari Pribadi yang tak lain adalah CEO Cognixy dan PLaiGROUND.

Pasang Iklan Gratis Hanya Di Sekolahkampus.id

Acara ini menghadirkan para pembicara ternama di bidang AI. Ada beberapa nama seperti Dr. William Thji dari NUS Singapura, Dr. Muhammad Ghifary – Head Research dari Bukalapak, Prof.Dr.Ir.Bambang Riyanto dari STEI ITB serta Dr. Manahan Siallagan dari SBM ITB. Acara dimulai dengan presentasi singkat tentang AI dan beberapa penerapannya.

Pasang Iklan Gratis Hanya Di Sekolahkampus.id

Dalam pengantarnya, Prof Bambang Riyanto sendiri menyatakan bahwa Indonesia telah memulai pengembangan AI. Salah satu indikatornya adalah beberapa perusahaan atau startup khusus di bidang AI. Ada nama perusahaan startup seperti nodeflux, kata.ai, prosa.ai, kazee, RKB, Botika, DataNest, PrivyID, KoinWorks. Beberapa perusahaan tersebut telah menghasilkan karya yang sudah digunakan.

Bagi peserta atau pembaca yang awam, apakah AI atau kecerdasan buatan itu? AI sendiri merupakan sebuah sistem berbasis komputer yang mampu melakukan kecerdasan yang ditiru dari kecerdasan manusia. Salah satu contohnya adalah manusia bisa membedakan mana kucing dan anjing. Hal tersebut dapat dilakukan dengan AI dengan cara memberikan data-data kepada komputer untk dipelajari. Setelah komputer belajar, maka komputer akan mempunyai kemampuan prediksi. Sehingga ketika diberikan data baru maka komputer dapat menentukan obyek tersebut apakah anjing atau kucing. Konsep ini sering disebut sebagai machine learning atau mesin pembelajar.

Ghifary dari bukalapak juga mencontohkan penerapan AI yang lain yaitu Self Driving Car. Untuk di bukalapak sendiri sebagai e-commerce diterapkan seperti untuk recommender system, cek anomali produk, dan sebagainya.

Acara ini dihadiri dari beberapa kalangan, mulai dari industri / praktisi, pengamat serta akademisi (peneliti, dosen dan mahasiswa). Hadir juga perwakilan dari IAIS (Indonesia AI Society) sebagai forum AI di Indonesia yang dihadiri langsung oleh Ketua IAIS, Bapak Dr. Lukas. Salah satu diskusi yang menarik adalah tantangan bagaimana AI dapat diterapkan di Indonesia. Inisiasi-inisiasi atau ide apa untuk menerapkan AI untuk Indonesia. Beberapa contoh penerapan AI untuk Indonesia seperti pelayanan telepon darurat berbasis AI, dan masih banyak lagi.

Pada sesi selanjutnya disampaikan pembicara dari Bapak Oktorialdi selaku staf ahli kementrian PPN/Bapenas. Beliau menyampaikan bahwa pemerintah juga telah memberikan dukungan penuh untuk Digital Transformation and AI untuk Indonesia. Ada juga perwakilan dari mahasiswa yaitu Rama Yudo Wirawan serta Profesor Dr. Emil Bolongoita yang keduanya adalah peneliti kebijakan publik dari Carnegie Mellon University Australia. CMUAI merupakan salah satu produk inovasi dari CMU. Rama sendiri merupakan juara kompetisi nasional di bidang sejenis. CMU sendiri leading untuk mengembangkan AI dan digital transformation untuk pemerintahan.

Sebuah pertanyaan menarik, Apakah AI dapat membantu Indonesia menghadapi permasalahan dan tantangan? Apakah AI dapat dikembangkan untuk menjadi GI (Government Intelligence) atau pemerintah yang cerdas? Seperti fraud detection, criminal justice, money laundering detection, dan sebagainya. Akan tetapi perlu dipertimbangkan aturan dan etika penggunaan AI yang baik.

Selain itu ada masalah teknis yang lain seperti privasi, algoritma bias, transparansi data dan sebagainya. Hal ini masih menjadi isu yang perlu didiskusikan.

Semoga AI dapat memberikan kontribusi yang baik untuk bangsa Indonesia.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed