by

Kisah Dari Penerima Penghargaan John Maddox

“Saya masih tidak percaya bahwa saya menerima penghargaan John Maddox yang bergengsi ini,” kata Prof. Bambang Hero Saharjo. Tahun lalu, ia sempat digugat sebab mengajukan bukti dan dipaksa membayar nyaris lebih dari Rp 1 miliar oleh suatu perusahaan kelapa sawit.

Perusahaan kelapa sawit itu ditetapkan bersalah sebab bersiap untuk menempatkan kelapa sawit dengan menghanguskan 1.000 hektar lahan gambut. “Akhirnya gugatan itu ditampik dan saya bebas. Penggunaan api untuk persiapan lahan paling merusak lingkungan dan merusak kesehatan masyarakat setempat.

Pasang Iklan Gratis Hanya Di Sekolahkampus.id

Inilah yang diperlihatkan sebagai bukti,” ujar dalam siaran pers yang diterima Kompas. Prof. Bambang mendapatkan penghargaan John Maddox 2019 atas kegigihannya memakai data riset sebagai bukti untuk melawan pandangan yang salah berhubungan dengan kebakaran hutan di Indonesia.

Pahlawan perlindungan hutan

Pengumuman dan penganugerahan dilakukan di Wellcome Collection, Euston, London oleh anak wanita John Maddox, yaitu Robyn Maddox pada 12 November 2019.

Anugerah John Maddox Prize telah diserahkan selama delapan tahun terakhir untuk para ilmuwan yang gigih menjaga pendapatnya menurut kenyataan ilmiah yang diperolehnya menurut riset yang dapat dipertanggung jawabkan.

“Penghargaan ini bakal memberi saya lebih banyak kekuatan guna terus bersuara dan guna melawan pernyataan-pernyataan yang keliru oleh perusahaan yang terus melakukan pembakaran,” ujarnya. Prof.

Bambang Hero Saharjo ialah spesialis forensik api di Institut Pertanian Bogor ( IPB) sekaligus Guru Besar dalam bidang Perlindungan Hutan di IPB. Bambang lahir di Jambi pada 10 November 1964. Bambang menuntaskan pendidikan S1 di Fakultas Kehutanan IPB pada tahun 1987 lantas menempuh pendidikan Master (S2) di Divisi Pertanian Tropis (Division of Tropical Agriculture) Kyoto University pada tahun 1996.

Setelah itu, ia melanjutkan jenjang S3 di Laboratorium Tropical Forest Resources and Environment, Division of Forest and Biomaterial Science Kyoto University tahun 1999.

Raih Sejumlah Penghargaan

Prof. Bambang terdaftar menerima sebanyak penghargaan seperti penghargaan Tanda Kehormatan Stayalencana Karya Satya 10 tahun, Canadian Forest Service (CFS) Merit Award dari Canadian Forest Service-Natural Resource Canada tahun 2004.

Tahun 2006, ia terpilih menjadi dosen berprestasi III IPB dan Dosen Berpretasi I Fakultas Kehutanan IPB. Dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas, Prof Bambang memiliki keterampilan untuk melacak rute dan sumber kebakaran.

Prof Bambang telah menyatakan di 500 permasalahan pengadilan yang menginvestigasi kasus-kasus kebakaran. Prof. Bambang pun membantu kelompok-kelompok lokal guna memahami akibat kesehatan dan kehancuran lingkungan. Pada 2015, pernyataan Prof. Bambang berperan penting dalam keputusan bersalah JPP perusahaan kelapa sawit.

Pada tahun 2018 mereka mengemukakan gugatan $ 33,5 juta (SLAPP) terhadapnya karena alasan teknis. Ia terus menyatakan dan membela hak konstitusional rakyat Indonesia untuk lingkungan yang sehat, di antara dari tidak banyak ilmuwan di bidangnya yang siap untuk melakukannya. Rektor IPB University, Prof.

Arif Satria mengucapkan apresiasi mendalam atas prestasi ini. “Kami bangga atas capaian Prof Bambang Hero yang konsisten dengan profesinya. Beliau bukan hanya mengharumkan nama baik IPB tapi juga bangsa Indonesia,” ujar Prof. Arif.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed