by

Kisah Profesor Sangkot Marzuki, Pakar Biologi Molekuler di Indonesia

Kisah profesor Sangkot marzuki Selama 22 tahun, Profesor Sangkot Marzuki memimpin Lembaga Eijkman, pusat penelitian biologi molekuler di Indonesia yang berperan penting mendorong investigasi DNA. Dia dan koleganya membina pusat penelitian ini dari nol pada mula 1990-an, sebab lembaga ini sebelumnya telah diblokir sejak gonjang-ganjing politik 1966. Bersama lembaga ini Sangkot adalah pakar biologi molekuler paling dominan di Indonesia.

Perjalanan karier kisah profesor Sangkot marzuki  berawal sekitar 40 tahun kemudian tepat saat revolusi sains terjadi. Dia menempuh edukasi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 1968, lalu menuntaskan master di Universitas Mahidol Bangkok tiga tahun kemudian. Gelar doktor didapatkan dari Universitas Monash di Australia pada 1976. Kala itu, ilmu biologi kimia merasakan lompatan sesudah penemuan DNA sebagai molekul penyimpan informasi genetik manusia. Lahirlah ilmu biologi molekuler.

Awalnya Sangkot tertarik mengulik proses pembentukan energi dalam tubuh manusia yang terjadi di tingkat yang paling sangat kecil. Transduksi energi, begitu istilah dalam ilmu biologi molekuler. Ketertarikan tersebut mengantarkannya menjadi pemimpin penelitian bidang baru ini di Monash University. Dia memimpin satu dari lima laboratorium biologi molekuler paling dominan di dunia. Nama dia pun bolak-balik masuk jurnal ilmiah internasional. Saking topnya, tidak sedikit mahasiswa S3 dari sekian banyak negara antre hendak kerja sama dengan Profesor Sangkot.

Kisah Profesor Sangkot Marzuki, Pakar Biologi Molekuler di Indonesia
Kisah Profesor Sangkot Marzuki, Pakar Biologi Molekuler di Indonesia

Sampai akhirnya, Menteri Riset dan Teknologi saat tersebut BJ Habibie memintanya membina laboratorium biologi molekuler di Indonesia. Habibie meminta Sangkot pulang dusun untuk membangunkan riset demi bendera merah putih. Dia meninggalkan posisi mapan di Australia dan mulai mengembangkan kebiasaan riset standar ruang belajar dunia di Indonesia.

Bulan ini, Sangkot baru saja mencungkil jabatan Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, perhimpunan ilmuwan yang mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. PR terbesar Indonesia, kata dia, mendongkrak dana riset yang jumlahnya melulu 0,02% dari perkiraan negara. Di samping itu, perlunya membetulkan ekosistem ilmu pengetahuan yang total bobrok sebab orang menganalisis di perguruan tinggi selalu untuk mengoleksi angka kredit untuk naik pangkat. Melalui organisasi ini dia mendorong penelitian yang didorong oleh rasa keingintahuan peneliti.

Itulah Kisah Profesor Sangkot Marzuki, Pakar Biologi Molekuler di Indonesia yang mungkin anda belum kenal tapi ternyata setelah baca artikel ini anda akan takjub,semoga ini bisa menginspirasi kita semua.

 

5 651

https://s.id/60izC https://pin.it/urwcmbfo2de23d https://www.plurk.com/p/nfa55vhttps://www.scoop.it/topic/education-by-sekolahkampus/p/4109327661/2019/07/29/pendidikan-dan-individu-yang-lengkap https://sekolahkampus.id https://tipsandtrik.id https://www.cakraimers.com https://carijasa.website

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed