by

Mahasiswa UGM Raih Penghargaan dari International Science Technology and Engineering Competition( ISTEC) 2020

 

Regu Mahasiswa UGM sukses mencapai medali emas dari International Science Technology and Engineering Competition( ISTEC) 2020 yang diselenggarakan 13- 15 Januari 2020 di Graha Manggala Siliwangi, Bandung.

Pasang Iklan Gratis Hanya Di Sekolahkampus.id

ISTEC ialah kompetisi internasional dalam sains, teknologi, serta metode yang diiringi 338 partisipan yang dibagi dalam 174 regu dari 14 negeri. Dalam kompetisi yang diselenggarakan Bandung Creative Society bekerjasama dengan Indonesian Young Scientist Association ini, regu UGM yang beranggotakan Regita Rahma Maharatri( Ilmu Keperawatan FK- KMKk) serta Ilham Fazri( Elins FMIPA) sukses mendapatkan medali emas dari jenis teknologi.

” Kami mengajukan inovasi berbentuk Smart Portable Peripheral Neuropathy Diabeticum Screening Tool ataupun Spherotec,” jelas Regita dikala dihubungi Senin( 27/ 1).

Regita berkata Spherotec ialah suatu purwarupa fitur portabel yang tersusun dari bermacam sensor serta tersambung dengan ponsel pintar. Guna utama perlengkapan ini

berperan buat deteksi dini neuropati perifer pada pengidap diabet melitus. Berikutnya hendak diklasifikasikan tingkatan risikonya dari 0- 3 cocok dengan informasi International Diabet Federation( IDF).

Ia menarangkan ilham pengembangan fitur ini berawal dari kegelisahan hendak tingginya jumlah pengidap diabet, apalagi terus bertambah tiap tahunnya. Informasi IDF mencatat dikala ini ada 463 juta orang hidup dengan diabet serta diprediksi jumlahnya hendak terus bertambah sampai 51 persen pada tahun 2045.

” Diabetic Peripheral Neuropathy ialah komplikasi yang sangat kerap ditemukan pada pengidap diabet. Bila tidak dicoba pengecekan secara dini, neuropati perifer ini hendak tumbuh jadi ulkus kaki serta bisa menuju ke lower extremity amputation,” paparnya.

Lewat perlengkapan ini diharapkan Regita bisa jadi alternatif pemecahan dalam menghindari terbentuknya ulkus kaki diabetikum yang sanggup menuju pada amputasi. Fitur ini dilengkapi dengan

fitur bimbingan cocok dengan resiko yang ditemukan. Dengan begitu, Spherotec bisa menolong menghindari kenaikan resiko sehingga diharapkan

sanggup tingkatkan pemahaman dan mempertahankan mutu hidup penderita diabet.

” Harapannya dengan perlengkapan ini bisa dicoba pengecekan secara dini serta gampang. Tidak hanya itu, pengidap bisa tingkatkan kesadarannya sehingga amputasi bisa dicegah disamping melaksanakan kontrol gula darah dan perawatan kaki yang baik,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed