Munir berangkat dari Serang menuju Bandung naik Bis pukul 16.00 WIB. Sampai di Bandung pukul 22. 00 WIB. Ia segera menuju Masjid untuk melaksanakan shalat Isya. Ia tidak melaksanakan shalat Maghrib karena waktunya sudah habis. Tindakan yang tepat dari Munir adalah?

Munir berangkat dari Serang menuju Bandung naik Bis pukul 16.00 WIB. Sampai di Bandung pukul 22. 00 WIB. Ia segera menuju Masjid untuk melaksanakan shalat Isya. Ia tidak melaksanakan shalat Maghrib karena waktunya sudah habis. Tindakan yang tepat dari Munir adalah?

  1. berniat menjamak takhir Maghrib dengan Isya saat Maghrib lalu tiba di Bandung shalat Isya dan Maghrib dengan cara jamak takhir, dengan Isya 4 rakaat dan Maghrib 3 rakaat
  2. berniat menjamak takhir salat Maghrib dengan Isya saat Maghrib kemudian sampai di Bandung shalat Isya dan Maghrib dengan cara jamak takhir masing-masing 2 rakaat
  3. setelah sampai di Bandung laksanakan shalat Isya dan Magrib dengan cara jamak qasar dengan Isya 4 rakaat dan Maghrib 3 rakaat
  4. setelah sampai di Bandung laksanakan shalat Isya dan Maghrib dengan cara jamak qasar masing-masing 2 rakaat.
  5. Semua jawaban benar

Jawaban: A. berniat menjamak takhir Maghrib dengan Isya saat Maghrib lalu tiba di Bandung shalat Isya dan Maghrib dengan cara jamak takhir, dengan Isya 4 rakaat dan Maghrib 3 rakaat.

Dilansir dari Ensiklopedia, munir berangkat dari serang menuju bandung naik bis pukul 16.00 wib. sampai di bandung pukul 22. 00 wib. ia segera menuju masjid untuk melaksanakan shalat isya. ia tidak melaksanakan shalat maghrib karena waktunya sudah habis. tindakan yang tepat dari munir adalah berniat menjamak takhir maghrib dengan isya saat maghrib lalu tiba di bandung shalat isya dan maghrib dengan cara jamak takhir, dengan isya 4 rakaat dan maghrib 3 rakaat.

Baca Juga :  Cermati kutipan teks berikut! (1) Dyah Wiyat melanjutkan berdoa. (2) Kami memutuskan ...,” ucap Dyah wiyat dengan suara pelan, tetapi jelas. (3) Semua degup jantung berhenti sejenak. (4) Tidak ada seorangpun yang membiarkan degup jantung terdengar keras untuk bisa menangkap dengan jelas siapa nama yang akan disebut oleh Dyah Wiyat Rajadewi Maharajasa. (5) “Demi membangun Majapahit yang besar,” sambung Dyah Wiyat. (6) “Majapahit yang Jaya dan Gemilang, diperlukan tangan yang kukuh, kuat, dan kekar. Majapahit menunjuk Gajah Mada!” Mula-mula pelan goyangan itu. Namun yang pelan itu makin lama makin keras menyebabkan pilar pendopo Bale Manguntur berdetak keras seiring bumi tempat mereka berpijak bergoyang makin keras. Penyebutan nama Gajah Mada menyebabkan hening beberapa jenak. Namun yang hening itu dengan segera berubah menjadi hingar-bingar oleh tepuk tangan yang diawali oleh Bhayangkara Kendit Galih. Pucat pasi wajah Mahamantri Halu yang sebelumnya merasa yakin dirinyalah yang akan diangkat menjadi mahapatih. Pucat pasi dan senyum kecut Mahamenteri Hino Dyah Janardana yang tidak menyangka orang yang dipilih sebagai mahapatih berasal dari arah yang sama sekali tidak terduga. Orang yang dengan seketika melonjak berteriak adalah Mahamantri Sirikan Dyah Mano, yang akhirnya melihat orang yang dijagokan Arya Tadah benar. Andaikan Arya Tadah tidak menyebut nama Gajah Mada, ia akan menempatkan diri ikut bersaing. Suasana menegangkan dalam kutipan di atas dapat dibuktikan pada kalimat bernomor?

Leave a Comment