by

Pandemi Covid-19 Mendera, Ekonomi Kreatif Harus Tetap Bergerak

Sekolahkampus.id, Pandemi Covid-19 Mendera, Ekonomi Kreatif Harus Tetap Bergerak – [unpad.ac.id, 11/8/2020] Pandemi Covid-19 berdampak pada menurunnya geliat perekonomian di Indonesia. Tetapi, pemerintah bersama seluruh sektor terkait terus berusaha untuk menstimulus ekonomi masyarakat agar tetap bertahan. Stimulus ekonomi kreatif menjadi salah satu alternatif yang diandalkan dari perekonomian Indonesia.

Dilansir dari laman UNPAD, karena itu, tim KKN Virtual Universitas Padjadjaran dengan Dosen Pendamping Lapangan Dr. Evie Ariadne Shinta Dewi, M.Si., ikut menyumbang dengan membuat sebuah pengabdian untuk menunjang para pelaku usaha. Hal ini mempunyai tujuan agar geliat pelaku usaha ekonomi kreatif, utamanya UMKM, tetap berkembang saat masa pandemi Covid-19 menggelar seminar daring berjudul “Membangun SDM Berdaya Saing melalui Seni Kriya Rhineka Aksara Sunda sebagai Peluang Ekonomi Kreatif Sumedang”, Selasa (21/7) lalu.

Pasang Iklan Gratis Hanya Di Sekolahkampus.id

Evie menyampaikan, tema seminar ini mempunyai tujuan untuk memberdayakan kelompok masyarakat yang produktif secara ekonomi. Salah satunya kelompok usaha yang dirintis oleh masyarakat di Kabupaten Sumedang yang sudah memproduksi beberapa kerajinan tangan dan membuat desain batik motif huruf Sunda Kaganga sebagai ornamen. “Di tengah dampak pandemi Covid-19, mahasiswa dan dosen Unpad berkolaborasi berbuat sesuatu yang konkrit untuk menunjang para pelaku ekonomi kreatif ini,” ujar Evie.

Seminar daring ini dihadiri oleh dua pelaku usaha, yaitu Pelestari Seni Reka Aksara Sunda Eryanti dan Pemilik Galeri Leuit Budi Nugraha. Dalam pemaparannya di Seminar Daring tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Daerah Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik menyampaikan data Kondisi Pelaku Ekonomi Kreatif Jawa Barat Terdampak Covid-19, terdapat sebanyak 14.991 orang tenaga kerja.

Menurut data dari Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) perihal Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I 2020 memperlihatkan sudah terjadi perlambatan ekonomi nasional menjadi sebesar 2,97%. Hasil laporan dari situs juga menyebut terjadi penurunan pendapatan hingga 90% pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) selama empat bulan terakhir. Dengan alasan ini, tim KKN-PPM Evie juga menyelenggarakan lokakarya dengan tema “Pemanfaatan Teknologi dalam Perluasan UMKM di Masa Pandemi Covid-19” Kamis, (30/7).

Pada tim KKN Virtual ini, terdapat tiga sub kelompok untuk memberdayakan UMKM yang menjadi subjek dalam penyelenggaraan KKN-PPM ini, antara lain Sampeu Wedang Kawung Sari Sumedang, Mie Ayam Bakso Ebo (Mayebo) Jakarta Timur, dan Kueh Kopi Manglayang (Kukoma) Sumedang. Dalam aktivitas lokakarya ini para mahasiswa menjelaskan hasil dari KKN-PPM mereka.

Menurut Ketua Kelompok “Sampeu Wedang” Ginda Adila, dalam metode KKN-PPM Virtual ini mahasiswa memperlihatkan empati dan dilatih untuk mengatasi hambatan yang dialami oleh pelaku usaha.

“ yang kami capai yaitu berhasil menunjang subjek dalam packaging untuk pengiriman produk untuk ekspedisi jarak jauh, dan mempublikasikan artikel perihal makanan tradisional Sampeu Wedang di media daring,” tutur Ginda.

Ketua Kelompok “Mayebo” Yasmin Nadinea Bono melihat dampak pandemi pada UMKM Mayebo yang tutup selama tiga bulan. “Setelah tutup karena kebijakan PSBB, kedai dengan makanan ini sangat sepi pelanggan. Dengan mengusulkan beberapa ide dan program, kami bisa menunjang persiapan dan pembinaan perihal pemasaran untuk kedai Mayebo ini,” ungkap Yasmin.

Kelompok “Kukoma” memberdayakan Kelompok PKK yang berkolaborasi dengan Kombinasi Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Nanggerang, Kabupaten Sumedang yang mengolah kopi menjadi biskuit kopi atau

“Kami menunjang mengusulkan perubahan nama produk menjadi Kukoma, membuat kemasan baru yang lebih modern, dan membuat akun untuk penjualan Kukoma secara ,” ujar Novianti Sukandari anggota sub kelompok Kukoma.(art)* Suasana Seminar Daring “Membangun SDM Berdaya Saing melalui Seni Kriya Rhineka Aksara Sunda sebagai Peluang Ekonomi Kreatif Sumedang”, Selasa, 21 Juli 2020.

Semoga apa yang sudah dilakukan oleh UNPAD bisa menjadi inspirasi bagi kita semua.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed