by

Perluas Wawasan Mengenai Kesejahteraan Buruh di Tengah Pandemi

Sekolahkampus.id, Perluas Wawasan Mengenai Kesejahteraan Buruh di Tengah Pandemi – Menilik Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2020 Perihal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan disertai dengan Status Darurat Sipil, dengan sadar serikat pekerja terpaksa harus mengabaikannya. Surat Terbuka Pengurus Pusat Serikat Pekerja Tekstil, Alas kaki, dan Kulit KSPSI (PP TSK KSPSI) juga sudah dilayangkan cheeped Presiden Joko Widodo pada tanggal 3 April 2020. Isinya mengatakan bahwa sebagai serikat pekerja paham betul akan ancaman wabah COVID-19 bagi keselamatan jiwa dan kesehatan bagi buruh. Bahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang dilakukan pemerintah pun menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat khususnya para pekerja.

Dilansir dari laman UNIKOM, melalui program NGANTAR (Ngabubutir Pintar) bertema “Kesejahteraan Buruh di Tengah Pandemi juga Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja yang Penuh Kontroversi”, BEM Unikom menggagas aktivitas tersebut dengan tujuan menambah wawasan bagi mahasiswa. Dody Alfares sebagai Plt. Menteri Pendidikan, Riset, dan Peningkatan BEM Unikom menyampaikanTujuan diadakannya aktivitas ini tentu lebih menumbuhkan wawasan dari perspektif akademisi dan buruh perihal kesejahteraan di tengah pandemi ini lalu tentang potensi gesekan pembicaraan RUU Cipta Kerja jika tetap di bahas atau disahkan saat masa PSBB juga bisa menyerahkan strategi agar buruh tetap bertahan setidaknya bisa mempermudah beban buruh yang ter-PHK hari ini.” katanya.

Pasang Iklan Gratis Hanya Di Sekolahkampus.id

Diskusi yang dilakukan pada Senin, 27 April 2020 ini diikuti oleh sebanyak 45 orang partisipan, termasuk 2 koresponden dan 1 moderator yang dilaksanakan secara online melalui aplikasi Zoom. Partisipan tersebut berasal dari mahasiswa se-Bandung raya, akademisi, buruh Kota/Kabupaten se-Jawa Barat dan masyarakat umum. Adapun koresponden dalam aktivitas tersebut diantaranya Safutra Rantona, M.I.Kom., (Dosen FISIP Unikom menyampaikan Peran Akademisi Pada Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja juga Ir. Muhamad Sidarta() yang menyampaikan Kondisi Kesejahteraaan Buruh di Tengah Pandemi dan dipandu oleh Devan Rasendriya Pradanaselaku Moderatordiskusi.

Archy Renaldy Pratama Nugraha sebagai Presiden Mahasiswa BEM Unikom menjelaskan “Dengan keterbatasan yang dimiliki kami sebagai kaum intelektual dimasa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tetapi kami tetap menyerahkan perhatian dan sokongan penuh kepada kondisi seluruh masyarakat agar bisa bertahan di kondisi krisis ini, termasuk salah satunya problematika penolakan buruh tentang RUU Cipta Kerja. Maka dari itu kami menyepakati keberadaan gagasan untuk menunjang para pekerja terkena PHK atau masalah lain yang membutuhkan bantuan hukum dengan keberadaan pembuatan posko Advokasi melalui kerjasama Kementerian Advokasi BEM UNIKOM dengan LEM FPSI Jawa Barat.

Semoga apa yang sudah dilakukan oleh UNIKOM dapat menjadi inspirasi bagi kita semua.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed