Segera kuraih spidol yang terletak di nakas depan papan tulis. Tutup spidol kubuka dengan lama, sambil menatap soal yang tertulis di papan. Aku tidak terlalu mengerti dengan soal ini. Ditambah lagi mood-ku sudah berhasil dirusak oleh Nia itu. Sedikit pun tak ada gambaran di pikiranku bagaimana penyelesaian soal ini. Kupandang wajah Bu Riza dengan tampang sedikit memelas, berusaha mendapatkan sedikit pertolongan. […] Kalimat yang tepat diucapkan Ibu Riza untuk melengkapi cerpen tersebut adalah?

Segera kuraih spidol yang terletak di nakas depan papan tulis. Tutup spidol kubuka dengan lama, sambil menatap soal yang tertulis di papan. Aku tidak terlalu mengerti dengan soal ini. Ditambah lagi mood-ku sudah berhasil dirusak oleh Nia itu. Sedikit pun tak ada gambaran di pikiranku bagaimana penyelesaian soal ini. Kupandang wajah Bu Riza dengan tampang sedikit memelas, berusaha mendapatkan sedikit pertolongan. […] Kalimat yang tepat diucapkan Ibu Riza untuk melengkapi cerpen tersebut adalah?

  1. “Kerjakan saja. Ibu rasa kamu cukup pintar sehingga tak lagi memperhatikan ketika Ibu menerangkan tadi.” Bu Riza berkata pelan sambil tersenyum.
  2. “Sabar. Semua butuh prosess!” balasku padanya sambil berjalan cepat ke depan kelas. Di sudut mataku, kulihat Bu Riza seperti menatap kepadaku dan Nia secara bergantian.
  3. “Jawabannya tidak benar. Seharusnya persamaan satu dan dua kamu substitusikan terlebih dahulu, Emil.” Bu Riza kembali bersuara setelah memperhatikan hasil goresan tanganku di papan tulis.
  4. “Ada yang bisa menuliskan jawaban yang benar?” Bu Riza menyapukan pandangannya ke seluruh bagian kelas.
  5. Semua jawaban benar

Jawaban: A. “Kerjakan saja. Ibu rasa kamu cukup pintar sehingga tak lagi memperhatikan ketika Ibu menerangkan tadi.” Bu Riza berkata pelan sambil tersenyum..

Dilansir dari Ensiklopedia, segera kuraih spidol yang terletak di nakas depan papan tulis. tutup spidol kubuka dengan lama, sambil menatap soal yang tertulis di papan. aku tidak terlalu mengerti dengan soal ini. ditambah lagi mood-ku sudah berhasil dirusak oleh nia itu. sedikit pun tak ada gambaran di pikiranku bagaimana penyelesaian soal ini. kupandang wajah bu riza dengan tampang sedikit memelas, berusaha mendapatkan sedikit pertolongan. […] kalimat yang tepat diucapkan ibu riza untuk melengkapi cerpen tersebut adalah “kerjakan saja. ibu rasa kamu cukup pintar sehingga tak lagi memperhatikan ketika ibu menerangkan tadi.” bu riza berkata pelan sambil tersenyum..

Leave a Comment