by

 SMAN 1 Mande Tumbuhkan Minat Baca Siswa Melalui program Rabu Literasi

 

Banyak cara menumbuhkan minat baca pada siswa. Salah satunya, program “Rabu Literasi” yang digagas Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Mande Kabupaten Cianjur.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat SMAN 1 Mande, Viny Yunistiani mengatakan, pekerjaan yang telah dilangsungkan selama tiga tahun ini sukses meningkatkan kerinduan siswa terhadap membaca.

“Kita mengharuskan semua siswa menyimak buku. Setiap Rabu pagi sebelum pekerjaan belajar mengajar, seluruh siswa berkumpul di lapangan seraya membawa buku tersebut dan sharing isi buku yang dibaca di depan guru dan murid lainnya,” ujarnya ketika dihubungi, Kamis (12/9/2019).

Viny mengungkapkan, pekerjaan literasi di sekolahnya menjadi di antara kriteria kelulusan untuk seluruh siswa. “Selama tiga tahun, paling tidak mereka telah menyimak 25 buku. Kita mengecek daftar literasi mereka masing-masing hari Rabu,” ungkapnya.

Pihak sekolah juga tak membatasi buku bacaan yang dipilih. Siswa boleh menyimak novel, buku nonfiksi atau buku wawasan lainnya  sesuai kelompok umur mereka.

Kegiatan Rabu Literasi ini didukung sarat oleh Kepala SMAN 1 Mande. “Ide tadinya memang dari kepala sekolah yang dulu konsen di bidang literasi, lantas dilanjutkan oleh kepala sekolah kini yang adalahguru bahasa Indonesia. Jadi, semakin didukung dan diperkuat,” jelasnya.

Kegiatan ini pun adalahsalah satu perwujudan visi SMAN 1 Mande, yakni membuat siswa yang unggul dalam prestasi, berkarakter serta inovatif, dilandasi iman dan takwa. “Dari sisi karakter siswa, kita hendak menumbuhkan minat mereka supaya gemar membaca,” tuturnya.

Namun, pada tadinya Viny menyatakan tak gampang menumbuhkan minat baca pada siswa. Pada tahun kesatu pelaksanaan, melulu segelintir murid yang benat-benar suka menyimak dan mengikuti pekerjaan Rabu Literasi dengan sungguh-sungguh. Namun, seiring berjalannya masa-masa dan konsistensi pengamalan program, lambat laun semua siswa mulai berpartisipasi dan tertarik ikut membaca.

“Progresnya memang enggak langsung, tapi kini semakin meningkat. Bahkan tidak saja siswa, sesudah digulirkan pekerjaan ini, guru juga tertarik ikut menyimak dan menulis,” ungkapnya.

Bukan tanpa dalil mengapa Viny hendak menumbuhkan kebiasaan literasi di sekolah. Ia mengaku, sebagai tenaga pendidik, di zaman serbacepat ini, andai tidak membiasakan literasi, terutama melalui bacaan, baik dengan buku ataupun dunia digital, akan paling tertinggal.

“Apalagi anak-anak notabene sibuk dengan gawainya. Mereka mesti memanfaatkannya guna berliterasi,” imbaunya.

Ke depan, SMAN 1 Mande bakal menggulirkan program literasi lain, yaitu “One Day One Page”, berkolaborasi dengan sekolah induk dalam zonasi pendidikan, yaitu SMAN 2 Cianjur. Melalui program Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) tersebut, nantinya siswa dapat membuat buku sendiri. “Beberapa murid telah terpilih mengikuti pelatihan One Day One Page, barangkali 2 bulan ke depan buku tersebut sudah diluncurkan,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed