by

SMART PUK, Kotak Pensil Serbaguna

 

Apa yang terbayang di pikiran kalian andai mendengar kata “kotak pensil“? Mungkin yang tergambar selalu sebuah kotak yang bermanfaat menyimpan perangkat tulis. Namun, di tangan kreatif dua murid SMAN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat, Ekran Habibbilal dan Tanto Wijaya, kotak pensil dapat diolah menjadi perangkat serbaguna yang diberi nama Tempat Pensil Pintar dari Limbah Kayu (SMART-PUK).

Pasang Iklan Gratis Hanya Di Sekolahkampus.id

Erkan menjelaskan, kotak pensil buatannya ini multifungsi. Selain guna menyimpan perangkat tulis, produknya juga bermanfaat sebagai powerbank, sebagai lampu belajar, dan menyimpan gawai dengan aman.

Pasang Iklan Gratis Hanya Di Sekolahkampus.id

“Coba bayangin, bila kita inginkan powerbank, lampu belajar, dan lokasi pensil, butuh ongkos berapa supaya terpenuhi? Dengan kotak pensil ini, dengan harga 50 ribu rupiah, semua keperluan tersebut dapat terpenuhi,” ungkapnya, saat didatangi pada pemeran Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) Tingkat Nasional Tahun 2019 yang dilangsungkan di Click Square, Jln. Naripan No. 89, Kota Bandung, Kamis (3/10/2019).

Menurutnya, semua pembeli pun bisa memesan kontak pensil cocok dengan permintaan. “Sistemnya costum. Jadi, kalian mau bentuk seperti apa, kualitas kayu bagaimana atau tampilan kaya gimana, tersebut sesuai kemauan pembeli,” tuturnya.

Rekan Erkan, Tanto mejelaskan, pemakaian limbah kayu sebagai bahan dasar lokasi pensilnya diakibatkan dua hal. Pertama, guna mendaur ulang limbah kayu yang tidak sedikit didapati di dekat lingkungannya. Kedua, menekan ongkos produksi. “Agar harga lebih murah, tetapi kuliatas produk tetap terjamin,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan dari Tanto, terdapat enam etape proses penciptaan SMART-PUK. Pertama, menyiapkan bahan, lantas mendesain bentuk kotak pensil, pemotongan kayu, penempelan, perakitan sampai pelapisan.

Tanto menyatakan senang dengan pekerjaan FIKSI yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini. “Menarik, sebab kegiatan ini dapat menyatukan seluruh unsur kebiasaan yang terdapat di Indonesia. Di samping itu, tidak sedikit juga perwakilan dari wilayah lain yang dapat menyalurkan kreativitas sekaligus berkompetisi,” ucapnya.

Bagi Erkan, FIKSI memacu dirinya guna mewujudkan mimpinya menjadi seorang pengusaha. “Jika Indonesia hendak maju, ekonominya pun harus maju. Salah satu caranya, dengan menjadi pengusaha. Indonesia memerlukan 70% pengusaha supaya Indonesia maju. Kita bercita-cita pemerintah pun selalu menyokong dan mengadakan pekerjaan seperti ini,” pungkasnya

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed