by

Tampung Buah Pemikiran Civitas, Unpar Adakan Lomba Penuangan Gagasan dan Ide Mahasiswa

Sekolahkampus.id, Tampung Buah Pemikiran Civitas, Unpar Adakan Lomba Penuangan Gagasan dan Ide Mahasiswa – Sebagai bagian dari komunitas Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), mahasiswa mempunyai kontribusi besar dalam peningkatan gagasan dan ide yang berguna, baik bagi komunitas kampus, maupun bagi masyarakat luas. Tetapi, acapkali gagasan dan ide tersebut tidak tersampaikan apalagi terwujud dengan baik. Karenanya, Unpar berinisiatif mengumpulkan karya intelektual mahasiswa dalam sebuah kompetisi berjudul

Dilansir dari laman UNPAR, lomba ini adalah buah pemikiran antara Lembaga Peningkatan Institusi dan Inovasi (LPII) bersama Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) Unpar, dengan melibatkan para dosen dari beragam latar belakang keilmuan. Tujuannya, untuk mengumpulkan ide mahasiswa dalam sebuah ‘bank data’ yang bisa dibuat kembali. Salah satunya untuk kompetisi yang diselenggarakan oleh Pusat Hasil Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pasang Iklan Gratis Hanya Di Sekolahkampus.id

Lomba Gagasan dan Ide Mahasiswa sudah diinisiasi pada pertengahan bulan Februari 2020. LPII dan BKA mengundang keterlibatan para dosen Unpar, di antaranya Gandhi Pawitan, Ph.D., Dr. Dharma Lesmono, juga Fernando Mulia, SE., M.Kom., untuk mengadakan lomba secara internal. Keikutsertaan para dosen Unpar, selain dalam mendukung diseminasi kompetisi, juga menjadi tim reviewer proposal juga dewan juri.

Lima kategori disepakati sebagai kategori penulisan dalam kompetisi ini. Adapun kategori tersebut ialah: Dengan pemeringkatan utama pada ide baru yang bisa dibuat, mahasiswa mendapat keleluasaan dalam pengumpulan naskah, poster, video, maupun file presentasi.

Melalui tahap pendaftaran yang diselenggarakan antara 9 Maret hingga 15 Juni 2020, panitia menerima . Secara rinci, hasil tersebut meliputi 32 ide usaha yang berbasis teknologi, 42 ide usaha yang berdampak sosial, 11 gagasan visioner untuk menjawab tantangan masa depan, 13 ide gagasan atau solusi untuk Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkesinambungan, juga 14 ide Program Pendampingan Masyarakat. LPII dan BKA selanjutnya menyederhanakan kategori lomba lewat penggabungan tiga kategori dengan peserta kurang dari 15 orang atau tim.

Tahapan berikutnya adalah review proposal yang diselenggarakan pada 21 hingga 23 Juni 2020. Aktivitas ini dilakukan oleh tim dosen Unpar yang terdiri atas

Melalui proses review ini, dihasilkan masing-masing 10 finalis dari kategori ide usaha berbasis teknologi, ide usaha yang berdampak sosial, juga kategori campuran tiga tema. Para finalis selanjutnya diundang untuk mempresentasikan ide dan gagasannya melalui video maupun slide pada tahap penjurian yang berlangsung secara daring slama dua hari, yaitu tanggal 30 Juli dan 1 Agustus 2020.

Masing-masing finalis memperoleh kesempatan presentasi selama lima menit, dilanjutkan dengan tanya jawab selama sepuluh menit. Ketentuan pemeringkatan para juri meliputi kreativitas, kejelasan dan kelayakan ide untuk perluasan, kebaruan dan orisinalitas ide, juga kemampuan analitis peserta.

Melalui tahapan-tahapan tersebut, dewan juri memutuskan tiga juara untuk masing-masing kategori. Untuk kategori Ide Usaha berbasis Teknologi, Juara 1 dicapai oleh tim beranggotakan memperoleh juara 2, adapun meraih juara 3.

Dalam kategori Ide Usaha Berdampak Sosial, hasil penjurian memutuskan sebagai juara 1, Juara 2 dicapai oleh adapun juara 3 diberikan kepada

Terakhir, menjadi juara 1 dalam kategori campuran tiga tema, diikuti oleh dan masing-masing sebagai juara 2 dan 3. Para juara berhak untuk memperoleh hadiah berupa uang pendidikan, untuk juara 1 sebesar Rp.2.500.000,00, juara 2 sebesar Rp.1.500.000,00, juga juara 3 sebesar Rp.1.000.000,00. Selain itu, seluruh finalis memperoleh sertifikat.

Tentunya, seluruh ide dan gagasan mahasiswa yang ditampung dalam lomba ini mempunyai potensinya masing-masing. Karenanya, LPII Unpar menawarkan peningkatan gagasan dan ide melalui “” terhadap seluruh ide, baik untuk finalis maupun non-finalis, yang direkomendasikan oleh para juri. Peningkatan ini dapat dijalankan sesuai dengan beberapa ketentuan, yaitu adalah ide yang bisa menjadi produk inovasi, perluasan purwarupa (prototype)-nya memerlukan pendanaan, juga mempunyai potensi benefit yang menjanjikan.

Melalui lomba ini, Unpar mendukung ide dan gagasan kreatif dari para mahasiswa. Diharapkan bahwa di masa yang akan datang, para mahasiswa mampu mencetuskan ide-ide baru yang inovatif dalam mendukung perluasan dirinya, komunitas akademik Unpar, maupun masyarakat secara luas. (DAN – Divisi Publikasi. Sumber: Rilis Panitia Lomba Penuangan Gagasan dan Ide Mahasiswa)

Semoga apa yang sudah dilakukan oleh UNPAR dapat menjadi inspirasi bagi kita semua.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed